Sembilan Tahun Merawat Api: Cerita dari Jantung Komunitas Free Fire Yogyakarta
Penulis: Cristian Wiranata Surbakti | Editor: Yosia Karisma Putra
Komunitas Free Fire Yogyakarta menjadi salah satu komunitas yang telah menjadi bagian besar dari perjalanan kesuksesan game Free Fire selama 9 tahun terakhir. Selama 9 tahun tersebut, Komunitas Free Fire Yogyakarta memegang peranan besar dalam menjaga, merawat “api” dari Free Fire untuk terus menyala di hati para Survivors di Yogyakarta.
Cara Komunitas Free Fire Yogyakarta Jaga Eksistensi di Tengah Gempuran Game Baru

Kepada Dunia Games (DG) eksklusif, Community Lead Komunitas Free Fire Yogyakarta yakni Nafiarya Putra Dedi Suharminto atau yang akrab dikenal sebagai Minto, menyampaikan bagaimana cara dirinya sebagai ketua komunitas atau community lead menjaga komunitas Free Fire di Yogyakarta untuk tetap eksis dari awal hingga Free Fire berusia ke-9 tahun hingga saat ini. Menurut Minto, sebagai ketua komunitas ia terus menyediakan wadah bagi para Survivors Jogja untuk terus berkompetisi dan mendorong regenerasi pemain di scene kompetitif.
“Komunitas kami biasanya aktif, apalagi komunitas ini (Yogyakarta) terkenal dengan anak-anak yang kompetitif di mana kami selalu memberikan wadah (bagi) mereka untuk berkompetisi. Jadi, bibit-bibit (pro player) selalu muncul dan generasi selalu ada. Begitu,” ujar Minto kepada Dunia Games (DG) eksklusif. Sebelumnya, Minto ternyata merupakan pengurus generasi kedua dari Komunitas Free Fire Yogyakarta di mana ia menggantikan ketua generasi pertama yang meletakkan jabatan kepengurusan kepadanya.
“Saya masuk di generasi kedua, setelah mas Armanoslip (Ketua tahun 2021) tepatnya setelah COVID saya meneruskan (kepengurusan) beliau karena berpindah ke Jakarta menjadi caster,” tuturnya. Menurut Minto, cara untuk menjaga eksistensi komunitas adalah dengan bekerja sama dan saling merangkul. Namun tidak hanya mendorong eksistensi terhadap komunitas, Minto pun menekankan teman-teman pengurus lainnya untuk maju bersama.
“Kami selalu bisa merangkul teman-teman (dan) bekerja sama, bersama begitu. Jadi ketika kami di komunitas ada ide apa, kami melibatkan teman-teman yang lain juga agar mereka itu merasa memang benar-benar ini komunitas kita. Tidak hanya pengurus saja yang ingin komunitasnya eksis, tentu teman-teman semua juga ingin eksis seperti itu,” ujar Minto menambahkan.
Tidak Sekadar Eksis, Dari Komunitas Bisa Naik Level ke Profesional
Menelisik lebih jauh bersama dengan Minto, dari Komunitas Free Fire Yogyakarta juga ternyata ada beberapa pemain profesional yang lahir dan berprestasi. Nama-nama seperti Garduu, DVITO, Genkayy dan Brian Yoo adalah pemain-pemain yang hadir berproses di Yogyakarta. Tidak hanya pemain, Minto mengatakan jika ia pernah membawa tim dari Komunitas menembus level profesional di Free Fire Masters League (FFML). “Dari Jogja juga banyak (pro player) yang lahir ya. Kita bisa lihat ada Garduu dan nama-nama lainnya, dan kebanggaan saya juga bersama tim dari Komunitas dari kompetisi FFNS bisa lolos ke Free Fire Masters League dulu,” jelas Minto.
“Para pemain lama (dari Jogja) juga ada seperti Brian Yoo, DVITOO, Genkayy, pemain-pemain di tim Marawa itu semua. Benar, Genkayy itu dulu pernah bermain di EVOS.”
Tantangan Menjadi Pengurus Komunitas, Harus Bisa Membagi Waktu!
Lebih jauh, Minto menyampaikan seperti apa tantangan menjadi pengurus Komunitas Free Fire Yogyakarta. Sebagai pengurus, tentu Minto dan teman-teman lainnya harus menunjukkan solidaritas, loyalitas serta royalitas. Namun, tantangan terbesar baginya adalah bagaimana cara membagi waktu di sela kesibukan dirinya yang bekerja dan juga memberi kontribusi untuk aktif berorganisasi.
“Mengurus Komunitas Free Fire Yogyakarta apalagi kami itu harus menyatukan teman-teman pengurus karena memang kami harus (menunjukkan) royalitas dan loyalitas apalagi yang paling berat bagi kami itu mengatur waktu. Karena teman-teman (pengurus) terutama saya itu, kami semua (ada yang) bekerja dan kuliah juga,” kata Minto. “Kami harus membagi waktu di situ. Ketika kami benar-benar free, di sana kami luangkan waktu (membentuk) ide-ide yang menarik untuk komunitas juga.”
“Saya bekerja, setelah pulang kerja kembali lagi kami pikirkan di mana besok itu ada (kegiatan) apa? Komunitas ada project apa lagi? Seperti itu.”
Secercah Harapan untuk Komunitas Free Fire Yogyakarta, Minto Dorong Regenerasi Talenta di Scene Esports Indonesia
Sebagai pengurus komunitas, Minto berharap ke depannya ia bisa terus mendorong proses regenerasi dari kota Yogyakarta. Sebagai contoh, melalui kompetisi Garena Youth Championship (GYC) ia berharap bahwa anak-anak pelajar di Jogja bisa mengukir prestasi dan langkah menuju level Nasional. “Kami masih ingin ada anak-anak yang tampil di Garena Youth Championship (GYC). Apalagi, kebetulan Garena Youth Championship ini nanti ke (tingkat) Nasional juga. Tapi kami masih mencoba agar semua peserta dan pemain terangkul dan mempunyai ide untuk mereka semakin berproses,” ujar Minto.
Tidak hanya dari segi kompetitif, Minto pun juga ingin mendorong regenerasi talenta berbakat lainnya di scene esports Indonesia seperti caster dan ia pun mulai melatih adik-adik pengurus komunitas lainnya untuk bisa belajar menjalankan roda kepengurusan dan urusan rumah tangga organisasi seperti membuat event, bertemu dengan klien dan mempersiapkan project untuk komunitas. “Biasanya ketika bertemu dengan klien, saya ajak (adik-adik pengurus) sehingga mereka tahu bagaimana alurnya, terus persiapannya apa saja. Saat ini sudah (saya) mulai juga, mereka belajar itu semua agar nantinya, next bisa terlahir “Minto” yang lain,” Jelas Minto.
“Teman-teman yang lain juga yang belum mendapatkan sorotan biasanya saya mengajarkan mereka pelan-pelan untuk bisa menjadi caster di kompetisi offline. Akhirnya, mereka punya bakat, bisa ngobrol dan lain-lain.”
FFNS Jadi Event Paling Berkesan, FF 9th Anniversary Menjadi Impian Minto yang Dikabulkan Oleh Garena
![Minto - Community Builder Komunitas Free Fire Yogyakarta [Illustrated] Minto - Community Builder Komunitas Free Fire Yogyakarta [Illustrated]](https://api.duniagames.co.id/api/content/upload/file/3276257731784018242.jpg)
Terakhir, Minto menyampaikan kepada Dunia Games (DG) bahwa event kompetitif seperti Free Fire Nusantara Series (FFNS) menjadi salah satu event yang berkesan baginya selaku pengurus Komunitas Free Fire Yogyakarta. Menurutnya, event tahunan seperti FFNS ingin ia jadikan sebuah event yang akan selalu diingat oleh para Survivors di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. “Kalau event (berkesan) itu FFNS City Qualifier. Kembali lagi, di Jogja kami selalu menyuguhkan di mana City Qualifier itu menjadi ajang pertemuan untuk para Survivors ini,” kata Minto.
“Di mana kami biasanya menyusun konsep di situ akan ada apa saja, yang membuat mereka selalu mengingat ‘ini (event) yang kami tunggu-tunggu’ karena di satu tahun hanya (digelar) dua kali.” Minto menambahkan, perayaan FF 9th Anniversary “Pesta 9” di Yogyakarta kali ini menjadi salah satu event yang ia sudah nantikan karena pada akhirnya, Garena benar-benar datang ke kota Jogja. “Sekarang, anniversary ini memang momentum yang Komunitas Free Fire Yogyakarta tunggu, di mana setelah sekian lama kami menunjukkan solidaritas di komunitas akhirnya Garena benar-benar datang ke Jogja,” pungkasnya.
F.A.Q
1. Apa itu Komunitas Free Fire?
Komunitas Free Fire adalah wadah berkumpulnya para Survivors (pemain Free Fire) di tingkat daerah atau region tertentu mulai dari pemain kasual, para guild, hingga pro player. Tidak memandang spek HP, komunitas ini sangat solid dan umumnya rajin membuat turnamen atau kompetisi lokal. Jika kalian ingin mencari teman bermain bersama (mabar), merintis karier untuk menjadi pro player di scene esports atau bersenang-senang bersama bergabunglah di komunitas Free Fire di daerah kalian.
2. Apa itu Komunitas Free Fire Yogyakarta?
Komunitas Free Fire Yogyakarta adalah komunitas Free Fire yang ada di kota Yogyakarta. Komunitas ini sudah berdiri sejak hampir 5-6 tahun yang lalu dan menjadi bagian besar dari perjalanan kesuksesan Free Fire di Indonesia.
3. Siapakah Minto?
Minto atau yang dikenal sebagai Nafiarya Putra Dedi Suharminto merupakan Ketua (Community Builder) dari komunitas Free Fire Yogyakarta. Kepada Dunia Games (DG), Minto mengakui bahwa ia telah merawat komunitas Free Fire Yogyakarta sejak tahun 2021 di mana ia melanjutkan estafet kepengurusan dari ketua pengurus sebelumnya yakni Armanoslip.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.