Jangan Sampai Salah Sebut, Ini 5 Perbedaan Mendasar Kartun dan Anime!
Sering bingung saat bedain tontonan animasi favoritmu? Tenang aja, kamu ga sendirian. Meskipun sama-sama dalam bentuk gambar bergerak, ternyata ada perbedaan yang sangat signifikan, lho. Yuk, kita bedah tuntas biar kamu makin jago dan tidak dianggap "noob" saat nongkrong bareng teman-teman lainnya!
Negara Asal dan Akar Budaya yang Berbeda

Hal paling mendasar yang perlu kamu ketahui adalah dari mana karya tersebut berasal. Istilah kartun biasanya merujuk pada produk animasi yang diproduksi oleh negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat. Kamu pasti sudah sangat akrab dengan karya-karya dari Walt Disney atau Warner Bros. Kartun seringkali mencerminkan budaya dan humor ala Barat yang lebih lugas.
Di sisi lain, anime adalah istilah spesifik untuk animasi yang diproduksi di Jepang. Kata anime sendiri merupakan serapan dari bahasa Inggris "animation" yang dilafalkan dalam lidah Jepang. Akar budaya Jepang sangat kental dalam anime, mulai dari tradisi, makanan, hingga cara karakter berinteraksi. Jadi, secara geografis saja, kamu sudah bisa melihat Perbedaan Kartun dan Anime yang sangat jelas.
Gaya Visual serta Desain Karakter yang Ikonik
Jika kamu perhatikan lebih teliti, estetika visual keduanya sangat berbeda. Kartun cenderung menggunakan desain karakter yang tidak realistis atau dilebih-lebihkan. Misalnya saja karakter Mickey Mouse yang memiliki telinga bulat besar atau karakter dalam The Simpsons karya Matt Groening yang berkulit kuning. Fokusnya adalah pada keunikan bentuk agar mudah diingat oleh anak-anak.
Sedangkan anime biasanya memiliki detail yang lebih kompleks dan mendekati anatomi manusia nyata, meski tetap memiliki ciri khas seperti mata yang besar dan rambut yang penuh warna. Kamu bisa melihat detail ini pada karya Akira Toriyama dalam serial Dragon Ball. Pencahayaan, bayangan, dan latar belakang dalam anime seringkali dibuat sangat dramatis untuk membangun suasana tertentu dalam ceritanya.
Segmentasi Penonton dan Kedalaman Tema Cerita

Masih banyak orang yang menganggap bahwa semua animasi adalah tontonan anak-anak. Padahal, Perbedaan Kartun dan Anime sangat terlihat pada target audiensnya. Kartun Barat sebagian besar ditujukan untuk anak-anak dengan tema yang ringan, edukatif, atau komedi slapstick seperti SpongeBob SquarePants karya Stephen Hillenburg. Meskipun ada kartun untuk dewasa, jumlahnya tidak sebanyak kategori anak-anak.
Anime memiliki pembagian genre yang sangat spesifik berdasarkan usia dan jenis kelamin penontonnya. Ada Shonen untuk remaja laki-laki seperti One Piece karya Eiichiro Oda, Shojo untuk remaja perempuan, hingga Seinen yang ditujukan untuk pria dewasa dengan tema yang sangat berat, politis, atau bahkan kelam. Itulah sebabnya kamu akan menemukan banyak anime dengan plot cerita yang sangat rumit dan penuh filosofi.
Teknik Animasi yang Digunakan dalam Produksi
Dari sisi teknis, kamu akan menemukan perbedaan pada cara gambar tersebut digerakkan. Kartun tradisional biasanya menggunakan teknik "full animation" di mana animator berusaha membuat gerakan karakter sehalus mungkin dengan jumlah frame yang banyak. Fokusnya adalah pada kelancaran gerakan fisik karakternya di setiap adegan.
Anime seringkali menggunakan teknik "limited animation". Alih-alih fokus pada gerakan fisik yang super halus, animator Jepang lebih mementingkan detail pada ekspresi wajah, sudut pengambilan kamera yang sinematik, serta efek visual yang memukau. Hal ini membuat anime terasa lebih seperti sebuah film layar lebar yang memiliki nilai estetika tinggi, seperti karya-karya Hayao Miyazaki dalam film Spirited Away.
Struktur Narasi dan Durasi Tayangan

Poin terakhir yang tidak kalah penting adalah bagaimana cerita tersebut disampaikan kepada kamu. Kartun umumnya bersifat episodik, yang artinya satu episode memiliki cerita yang selesai saat itu juga. Kamu bisa menonton Tom and Jerry secara acak tanpa perlu khawatir ketinggalan alur cerita utamanya karena memang tidak ada kesinambungan yang ketat antar episode.
Berbeda dengan anime yang biasanya memiliki struktur narasi linear atau berkelanjutan. Cerita dalam anime terus berkembang dari episode satu ke episode berikutnya hingga membentuk satu kesatuan cerita yang utuh (arc). Jika kamu melewatkan satu episode dalam Naruto karya Masashi Kishimoto, kamu mungkin akan bingung dengan perkembangan kekuatannya. Inilah yang membuat Perbedaan Kartun dan Anime sangat terasa, di mana anime lebih menuntut komitmen penonton untuk mengikuti perjalanannya hingga akhir.
Sekarang kamu sudah paham kan apa saja poin yang memisahkan keduanya? Jangan sampai tertukar lagi ya saat sedang asyik diskusi atau pamer koleksi di media sosial. Dengan pengetahuan ini, kamu bisa lebih menghargai setiap karya seni animasi sesuai dengan karakteristik uniknya masing-masing.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
