Diary Playoff MPL ID S18 Day 1: Drama ONIC dan EVOS Gugur MPL ID S18
Penulis: Redzi Arya Pratama
Hari yang mendebarkan datang, dua tim harus pulang dari MPL ID S18. Dimulai dari bangun pagi yang mana sudah jadi kebiasaan saya tak bisa bangun siang, menuju ke restoran Hotel untuk breakfast jam 7 pagi. Manfaatkan fasilitas dengan full protein 3 omelette dan sayur-sayuran adalah keharusan.
Walau racun di breakfast adalah nyata, ada Indomie. Berbincang di sana bersama para media kemudian kembali ke kamar untuk menulis berita, saya memutuskan untuk berangkat duluan karena ingin melihat vibe Jatim Expo ditambah mendapat kursi terdepan di ruang media. Ya, saya jalan kaki karena hanya membutuhkan waktu 5 menit berjalan dari hotel ke venue.
Animo Jatim Expo luar biasa. Kumpulan fans sudah terlihat berkerumun sejak pintu masuk venue dan ketika masuk ke panggung, penonton membludak is real. Semua bangku Mythic terisi penuh. Setiap teriakan menggetarkan hati. Sebuah masalah menurut saya untuk para debutan yang tak kuat mental.
Laga di day 1 ini antara Alter Ego vs ONIC dan EVOS vs Bigetron dijamin akan sangat panas dan terbukti, hasil akhir menjadi drama tersendiri di Jatim Expo.
Alter Ego 3-1 ONIC: Xepher Merendah, CW Akui Kekalahan
Laga Alter Ego melawan ONIC memperlihatkan bahwa pengalaman dan kematangan turnamen internasional bisa memengaruhi. Alter Ego benar-benar mampu membuat ONIC kesulitan. Killua sebagai mid lane baru ONIC gagal memperlihatkan sesuatu yang benar-benar spesial.
Melepas Kalea Alek empat kali beruntun menjadi dasar permasalahan. Secara chemistry dan momentum juga Alter Ego jauh lebih mengerti cara mendapatkan teamfight yang baik dan momentum menang dalam kondisi tertinggal.
Menariknya ketika saya menanyakan di konferensi pers apakah pelatih Xepher merasa timnya lebih matang dari ONIC, jawabannya cukup menarik.
"Sebenarnya dibilang lebih matang tidak juga. Soalnya jujur kami juga lumayan merasakan burnout juga. Mungkin secara mental iya, tapi secara individual tak terlalu juga sih," kata Xepher.
Sementara itu dari pihak ONIC, pelatih CW mengungkapkan bahwa timnya memang struggle sejak awal musim tapi persiapan ke playoff tak bisa dibilang jelek juga.
"Kalau dari kami persiapan tak ada persiapan yang tak matang. Kami memang punya hero tersendiri dan PD bawainnya. Semua tim punya waktu yang sama lah. Mungkin kalau di stage apapun bisa terjadi dan pada laga tadi AE memperlihatkan performa yang lebih baik," jelas CW.
Tatapan beberapa pemain ONIC di konferensi pers terlihat kosong dan Kairi yang paling terlihat kerap bengong. Lutpii dan Kelra selalu menunduk dan kian memperlihatkan betapa sakitnya kekalahan ini.
Bigetron 3-2 EVOS: Individual Mistake dan Draft Bikin Macan Putih Ter-comeback
Laga kedua benar-benar lebih dramatis. EVOS yang kalah di fase yang sama dan gugur dari BTR tentu ingin membalas dendamnya dan laga berjalan super ketat dan panas. EVOS sebenarnya punya banyak kesempatan untuk mengambil alih pertandingan bahkan menang. Ada potensi EVOS menang 3-0 jika di game pertama, game di mana mereka sangat unggul, tapi perkara split push Paquito Erlan yang gagal, rata empat, kemudian tercomeback, game jadi gagal menang.
Meski begitu, EVOS mengambil alih game 2 dan 3 dengan meyakinkan. Mereka hanya butuh satu game lagi untuk melaju. Bahkan EVOS sempat memakai Lesley dari Erlan yang sangat efektif, game empat di mana game penentu EVOS berjudi lagi dengan Kagura dan terbantai.
Game kelima juga muncul keanehan pada draft. EVOS sangat berani first pick Lylia ketika ada kesempatan mengambil Esmeralda dan Cici, alhasil dua hero itu diambil BTR. Esme tak bisa dilawan sama sekali karena EVOS kekeuh melawannya juga dengan double fighter sampai EVOS akhirnya kalah 3-2 dan gugur.
Saat konferensi pers, Albert pun mengungkapkan bahwa jika pertandingan lancar, EVOS sangat bisa menang. Tapi banyak blunder yang dilakukan dan harus dibayar mahal.
"Soal pertandingan tadi andai semua lancar-lancar saja harusnya bisa menang. Bisa dibilang ada mistake yang lumayan di game pertama yang lumayan bikin ilang momentum di awal pertandingannya," ucap Albert.
"Karena kita tahu first game lumayan penting buat build momentum. Kami coba reset dan sempat membalikkan 2-1. Tapi mungkin BTR lebih well prepared saja sih," tambah dia.
Emann saat diinterview secara eksklusif pun mengakui bahwa ada kesalahan Erlan di game pertama saat split push yang faktanya dia bisa melakukan end jika mekaniknya lebih tepat.
"Kalau saya lihat tadi di reply, dia harusnya bisa dodge ulti Nolan. Tapi dia memilih skill 1 baru fokus tower. Harusnya bisa end. Cuma si Nnael tadi. Buat Erlan semangat terus masih ada next season semoga kita ketemu lagi di playoff," jelas Emann.
Selesai Konferensi pers jam setengah 1 pagi, dengan energi yang hampir 0 persen, tim Dunia Games pulang ke hotel. Mendarat kami langsung istirahat dan hari pertama playoff MPL ID S18 selesai.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.
