Logo
Loading… 0%
14 Game Disney Mendadak Hilang dari Steam, Ini Daftar Lengkapnya!

14 Game Disney Mendadak Hilang dari Steam, Ini Daftar Lengkapnya!

Games
30 January 2026
6 views

14 Game Disney Resmi Dihapus dari Steam Tanpa Pengumuman

Sebanyak 14 game berlisensi Disney dipastikan telah dihapus dari Steam secara mendadak tanpa pengumuman resmi sebelumnya. Penarikan ini terjadi serentak dan baru disadari banyak pemain ketika halaman toko game-game tersebut tidak lagi bisa diakses di platform PC milik Valve tersebut.

Delisting ini langsung menarik perhatian komunitas game PC, khususnya kolektor game klasik dan penggemar judul-judul lawas berbasis film animasi. Pasalnya, sebagian besar game yang terdampak merupakan rilisan lama yang jarang mendapat sorotan, namun tetap memiliki nilai nostalgia yang tinggi.

Hingga saat ini, baik Disney maupun Valve belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan penghapusan massal ini.

Daftar Lengkap 14 Game Disney yang Tidak Lagi Dijual di Steam

Berdasarkan penelusuran komunitas dan konfirmasi halaman toko yang sudah tidak aktif, berikut adalah daftar lengkap 14 game Disney yang kini tidak lagi tersedia untuk dibeli di Steam:

Afterlife
Armed and Dangerous
Disney's Chicken Little: Ace in Action
Disney Fairies: Tinker Bell's Adventure
Disney's Hercules
Disney Planes
Disney The Princess and the Frog
Disney Winnie the Pooh
Disney Pixar Cars: Radiator Springs Adventures
Disney Pixar Finding Nemo
Disney Pixar Toy Story Mania!
Lucidity
Phineas and Ferb: New Inventions
Stunt Island

Sebagian besar judul tersebut merupakan game adaptasi dari film animasi populer Disney dan Pixar, serta beberapa proyek internal Disney yang dirilis pada era awal game PC.

Game Lawas dan Nilai Nostalgia yang Tinggi

Mayoritas game dalam daftar ini tergolong sebagai game klasik PC, dengan gaya visual dan mekanik yang merepresentasikan zamannya. Beberapa di antaranya, seperti Disney's Hercules, Finding Nemo, dan Toy Story Mania!, memiliki basis penggemar yang cukup kuat karena terhubung langsung dengan film animasi ikonik.

Bagi kolektor digital, keberadaan game-game ini di Steam menjadi cara legal dan praktis untuk mengakses judul lawas tanpa harus berburu versi fisik yang sudah langka. Karena itu, penghapusan mendadak ini terasa cukup memukul, terutama bagi pemain yang belum sempat membeli game tersebut.

Tidak Ada Pengumuman Resmi, Komunitas Mulai Berspekulasi

Yang membuat situasi ini semakin menarik perhatian adalah ketiadaan pengumuman resmi. Tidak ada pemberitahuan di halaman komunitas Steam, media sosial, maupun situs resmi Disney terkait rencana delisting ini.

Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi di komunitas. Dugaan paling kuat adalah berakhirnya masa kontrak lisensi antara Disney dan pihak penerbit atau distributor game di Steam. Hal ini cukup umum terjadi pada game berbasis film atau karakter berlisensi.

Spekulasi lain menyebutkan kemungkinan Disney sedang melakukan restrukturisasi katalog digital mereka, termasuk meninjau ulang game-game lama yang dianggap sudah tidak relevan secara komersial atau teknis.

Delisting Game Berlisensi Bukan Hal Baru di Steam

Kasus penghapusan game berlisensi sebenarnya bukan hal baru di Steam. Dalam beberapa tahun terakhir, cukup banyak game berbasis film, serial TV, atau tokoh populer yang ditarik dari penjualan karena kontrak lisensi berakhir.

Namun, penghapusan 14 judul sekaligus tanpa pernyataan publik dinilai tidak lazim. Biasanya, setidaknya ada pemberitahuan singkat agar pemain masih memiliki waktu untuk membeli sebelum game tersebut benar-benar dihapus dari toko.

Nasib Pemain Lama dan Pemain Baru

Bagi pemain yang sudah membeli game-game Disney tersebut sebelum delisting, laporan awal menyebutkan bahwa game masih dapat diunduh dan dimainkan seperti biasa dari library Steam masing-masing. Artinya, hak akses untuk pemilik lama sejauh ini tetap aman.

Namun, bagi pemain baru, situasinya berbeda. Delisting ini berarti tidak ada lagi jalur legal untuk membeli game-game tersebut melalui Steam. Jika tidak ada rilis ulang atau pemindahan ke platform lain, game-game ini berpotensi menjadi bagian dari daftar panjang judul klasik yang sulit diakses secara resmi.

Pengingat Rapuhnya Kepemilikan Digital

Kasus ini kembali menegaskan satu hal penting dalam ekosistem game digital: kepemilikan digital sangat bergantung pada keputusan bisnis pemegang lisensi. Meskipun platform seperti Steam menawarkan kenyamanan, keberadaan sebuah game di etalase digital tidak selalu bersifat permanen.

Tanpa kejelasan soal rencana Disney ke depan, banyak pemain berharap setidaknya akan ada rilis ulang, bundel koleksi, atau distribusi ulang di platform lain agar game-game klasik ini tidak benar-benar menghilang dari pasar.