ONIC Ganti Roster MPL ID S17? Apakah Wajib?
ONIC Esports kembali menjadi pusat perhatian menjelang dimulainya MPL ID Season 17. Sebagai salah satu organisasi tersukses dalam sejarah Mobile Legends Indonesia, setiap kegagalan ONIC hampir selalu berujung pada satu pertanyaan besar: apakah mereka perlu melakukan perubahan besar pada roster? Isu ONIC Ganti Roster pun langsung mencuat ke permukaan.
Kegagalan ONIC di M7 World Championship menjadi pemicu utama perdebatan tersebut. Datang dengan status unggulan dan ekspektasi tinggi, ONIC justru harus puas finis di peringkat 7. Hasil ini jelas jauh dari target dan standar yang selama ini melekat pada tim Landak Kuning. Wajar jika publik mulai mempertanyakan arah tim menuju MPL ID S17.
Di era media sosial, narasi kegagalan sering kali langsung disederhanakan menjadi solusi instan: ganti pemain. Hal ini pula yang terjadi pada ONIC. Rumor tentang ONIC Ganti Roster menyebar dengan sangat cepat, bahkan sebelum tim benar-benar kembali beraktivitas pasca M7.
Namun, apakah benar kegagalan di satu turnamen internasional otomatis membuat ONIC Ganti Roster menjadi sebuah keharusan? Atau justru ini hanya reaksi emosional yang tidak melihat konteks kekuatan ONIC secara menyeluruh? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat situasi ini dengan lebih rasional dan mendalam.
ONIC Ganti Roster Ramai di Media Sosial

Setelah tersingkir lebih cepat dari M7, linimasa media sosial langsung dipenuhi spekulasi soal ONIC Ganti Roster. Nama-nama besar seperti Kairi, Kiboy, hingga Sanz ikut terseret dalam berbagai rumor. Ada yang menyebut Kairi ingin kembali ke Filipina, ada pula yang menilai Kiboy sudah “habis masa emasnya”, bahkan Sanz pun tak luput dari gosip bakal dilepas.
Masalahnya, semua rumor tersebut belum memiliki dasar yang kuat. Berdasarkan informasi yang didapatkan Dunia Games, ONIC saat ini masih berada dalam masa libur pasca M7. Artinya, aktivitas internal seperti trial, evaluasi roster, hingga diskusi transfer seharusnya belum berjalan secara aktif.
Dengan kondisi tersebut, wacana ONIC Ganti Roster sejatinya masih sangat prematur. Rumor lebih banyak lahir dari kekecewaan fans dibandingkan fakta lapangan. Ini menjadi fenomena klasik yang selalu terjadi pada tim besar: ketika kalah, sorotan langsung tertuju pada individu, bukan sistem.
Penting untuk dicatat bahwa ONIC tidak gagal karena satu pemain tertentu. Kekalahan mereka di M7 lebih banyak dipengaruhi oleh faktor adaptasi META, momentum permainan, serta eksekusi di momen krusial. Mengganti roster tanpa analisis mendalam justru berisiko merusak fondasi yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Apakah Gagal di M7 Berarti Wajib Ganti Roster?
Jawaban singkatnya: tidak. Kegagalan di M7 tidak otomatis membuat ONIC Ganti Roster menjadi sebuah kewajiban. Dalam kompetisi esports, terutama di level dunia, kegagalan adalah bagian dari siklus. Bahkan tim-tim terbaik dunia pun tidak selalu konsisten juara.
Jika melihat komposisi ONIC saat ini, roster mereka masih diisi oleh pemain-pemain elite. Kairi masih menjadi jungler dengan mekanik dan decision-making kelas dunia. Sanz tetap fleksibel dan berbahaya di berbagai role. Kiboy dikenal sebagai roamer dengan insting team fight yang sangat kuat.
Bahkan Skylar, yang notabene merupakan pemain paling baru di ONIC, sudah menunjukkan performa yang sangat solid. Ia bahkan menjadi bagian penting saat ONIC menjuarai MPL ID Season 16. Fakta ini memperkuat argumen bahwa ONIC Ganti Roster bukanlah solusi instan yang wajib dilakukan.
Dalam konteks MPL ID, level permainan ONIC secara objektif masih berada di atas sebagian besar tim Indonesia lainnya. Masalah utama mereka bukan pada kualitas individu, melainkan pada konsistensi performa dan adaptasi terhadap dinamika pertandingan internasional.
Evaluasi Lebih Penting dari Sekadar Perombakan
Alih-alih langsung mengambil keputusan ONIC Ganti Roster, langkah yang jauh lebih masuk akal adalah melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi ini mencakup banyak aspek: draft, komunikasi, eksekusi late game, hingga kesiapan mental pemain di laga tekanan tinggi.
ONIC selama ini dikenal sebagai tim dengan sistem yang kuat. Mereka memiliki staf pelatih dan analis yang mumpuni. Dengan sumber daya tersebut, evaluasi internal seharusnya mampu mengidentifikasi masalah utama tanpa harus mengorbankan stabilitas roster.
Perombakan roster yang terlalu sering justru berisiko mengganggu chemistry. Dalam MPL ID yang formatnya panjang dan padat, chemistry sering kali menjadi pembeda antara tim yang konsisten dan tim yang inkonsisten. ONIC sudah memiliki chemistry tersebut, dan membongkarnya tanpa alasan kuat bisa menjadi langkah mundur.
Itulah mengapa wacana ONIC Ganti Roster perlu dilihat sebagai opsi terakhir, bukan langkah pertama. Jika ada perubahan, idealnya bersifat minor dan sangat selektif, bukan perombakan besar-besaran.
ONIC Hanya Perlu Reset dan Fokus
Setelah melalui musim yang panjang dan melelahkan, wajar jika performa sebuah tim menurun. Dalam kasus ONIC, yang mereka butuhkan saat ini bukan revolusi, melainkan reset. Reset mental, reset strategi, dan reset fokus.
Dengan waktu istirahat yang cukup, ONIC memiliki kesempatan besar untuk kembali dengan kondisi yang lebih segar di MPL ID S17. Pengalaman pahit di M7 bisa menjadi bahan bakar motivasi, bukan alasan untuk panik dan memaksakan ONIC Ganti Roster.
Jika melihat sejarah, ONIC sering kali tampil lebih kuat setelah mengalami kegagalan. Mereka dikenal sebagai tim yang cepat belajar dan beradaptasi. Dengan roster yang ada, potensi untuk kembali mendominasi MPL ID masih sangat terbuka.
Dalam konteks kompetisi domestik, ONIC seharusnya masih menjadi benchmark bagi tim-tim lain. Secara mekanik, makro, dan pengalaman, mereka masih berada di tier atas. Mengganti roster tanpa kebutuhan mendesak justru bisa menurunkan level tersebut.
ONIC Ganti Roster Bukan Jawaban Mutlak
Isu ONIC Ganti Roster memang terdengar menarik dan mudah dijual sebagai narasi. Namun, jika dianalisis secara objektif, perubahan roster bukanlah solusi wajib atas kegagalan ONIC di M7.
Roster ONIC saat ini masih diisi oleh para “monster” di skena MLBB Indonesia. Bahkan pemain paling baru seperti Skylar sudah membuktikan kapasitasnya dengan gelar MPL ID S16. Ini menunjukkan bahwa fondasi tim masih sangat kuat.
Yang dibutuhkan ONIC jelang MPL ID S17 adalah evaluasi, reset, dan fokus kembali pada kekuatan utama mereka. Jika perubahan dilakukan, itu seharusnya berdasarkan kebutuhan sistem, bukan tekanan publik.
Dengan pendekatan yang tepat, ONIC tidak hanya bisa bangkit di MPL ID S17, tetapi juga kembali menjadi ancaman serius di level internasional. Jadi, apakah ONIC Ganti Roster wajib? Jawabannya jelas: tidak.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game.
