Logo
Loading… 0%
Kisah Tragis Jinx League of Legends, dari Gadis Kecil Powder Menjadi Teroris Zaun!

Kisah Tragis Jinx League of Legends, dari Gadis Kecil Powder Menjadi Teroris Zaun!

Movie
31 January 2026
9 views

top up Roblox DG

Serial Arcane garapan Riot Games yang tayang di Netflix sukses memperluas lore League of Legends dengan cerita yang jauh lebih kelam dan dramatisir. Salah satu karaker yang paling ikonik adalah Jinx. Dibalik tawa dan senjata anehnya, Jinx League of Legends menyimpan kisah tragis tentang trauma, kehilangan, dan kehilangan jati diri. Penasaran kisah tragisnya? Artikel ini akan merangkum cerita Jinx League of Legends lengkap dengan lorenya.

Kisah Tragis Jinx League of Legends

Powder dan Kehilangan Segalanya

Sebelum dikenal sebagai Jinx, ia adalah Powder sosok gadis kecil polos yang hidup di Zaun bersama kakaknya, Vi. Konflik berdarah antara Piltover dan Zaun merenggut orang tua mereka, meninggalkan luka mendalam sejak usia dini. Lingkungan Zaun yang keras membuat Powder tumbuh dalam rasa takut, ketergantungan, dan keinginan kuat untuk bertahan hidup. 

Titik Balik Kehidupan Jinx

Momen paling menghancurkan terjadi saat Powder mencoba membantu Vi dan kelompoknya dengan bom rakitan sendiri. Alih-alih menyelamatkan, ledakan tersebut menewaskan Vander, Mylo, dan Claggor. Hanya Vi yang selamat dan dalam kondisi emosi tak terkendali, Vi meninggalkan Powder sendirian.

Kejadian ini membuat Powder sangat terpukul oleh rasa bersalah, penolakan, dan kehilangan yang perlahan membunuh Powder secara perlahan. Mulai dari situlah fondasi karakter Jinx League of Legends terbentuk, sosok yang kita kenal sebagai karakter yang penuh amarah.

Powder Didoktrin Silco

Powder kemudian diasuh oleh Silco, sosok antagonis yang melihat potensi dalam kekuatan dalam dirinya. Silco tidak benar-benar menyembuhkan Jinx, ia justru mendorong sisi gelapnya. Nama Jinx, yang dulu hanya sebuah ejekan, akhirnya menjadi identitas baru yang ia terima sepenuhnya.

Disinilah kita melihat sosok Jinx yang rapuh meskipun tampak brutal. Jinx masih dihantui oleh suara masa lalu dan rasa takut yang terus mengikutinya hingga sekarang.

Borderline Personality Disorder

Banyak penggemar menilai Jinx memperlihatkan ciri Borderline Personality Disorder (BPD). Gejalanya pun terlihat jelas, mulai mudah marah, ketakutan ditinggalkan, impulsivitas, serta krisis identitas. Jinx sebenarnya masih mencintai Vi, tapi disisi lain ia membenci karena ia pernah ditinggalkan olehnya. Konflik batin pada dirinya membuat Jinx League of Legends bukan sekedar villain hero biasa, melainkan karakter tragis dengan masa lalu kelam yang jarang ditemui pada film adaptasi dari game.

Simbol Teror Zaun dan Musuh Piltover

Sebagai Jinx, ia menjelma menjadi teroris Zaun yang pernah meledakkan bangunan, menghancurkan simbol kekuasaan Piltover, dan mempermainkan para Enforcer, termasuk Vi dan Caitlyn. Senjata ikonik seperti Fishbones, Pow-Pow, dan Chompers bukan hanya alat perang, tapi juga cerminan pikirannya yang kacau.

Kisah Jinx League of Legends adalah tragedi kelam yang menyimpan segudang trauma yang tak pernah bisa disembuhkan. Arcane berhasil mengubah Jinx dari karakter gila di game menjadi sosok manusia polos yang dihancurkan oleh rasa takut dan kehilangan di masa lalu. Tidak heran, Jinx menjadi salah satu karakter paling ikonik dan berkesan dalam game League of Legends.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Game