Pandangan ONIC Kairi Soal PH yang Menurun, Tak Cocok META?

Pandangan ONIC Kairi Soal PH yang Menurun, Tak Cocok META?

Mobile Legends
19 October 2026
4 views

 

  • ONIC Kairi menilai tim-tim Filipina masih mampu beradaptasi dengan META MLBB saat ini, terutama jika perubahan patch menjelang M8 tidak terlalu signifikan. Penurunan performa PH bukan berarti mereka tidak cocok dengan META dua fighter.
  • Kairi menyebut MPL ID sebagai salah satu kompetisi paling berat karena kekuatan sembilan tim pesertanya sulit diprediksi dan setiap tim berpotensi memberikan kejutan.
  • Dominasi Filipina di scene internasional mulai mendapat tantangan setelah gagal mencapai grand final EWC 2026 dan final MLBB Asian Games 2026. Namun, tim PH tetap memiliki peluang untuk bangkit melalui adaptasi strategi.
  • Kairi mengingatkan bahwa persaingan MLBB internasional semakin terbuka. Selain Indonesia dan Filipina, Yangon Galacticos dan Team Spirit juga membuktikan bahwa tim dari kawasan lain patut diperhitungkan.
  • Ingin mengikuti perkembangan META MLBB, kiprah ONIC Kairi, dan persaingan menuju M8? Baca berita serta analisis esports terbaru di Dunia Games dan top up hanya di Dunia Games!

Penulis: Redzi Arya Pratama

Perubahan META Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dalam beberapa bulan terakhir menghadirkan dinamika baru di scene kompetitif. Pergeseran prioritas hero, semakin beragamnya opsi draft, hingga kemunculan komposisi double fighter membuat setiap tim harus terus beradaptasi untuk mempertahankan performa terbaik mereka.

Salah satu perubahan paling menarik adalah popularitas META dua fighter yang mengandalkan agresivitas dan kemampuan menerobos pertahanan lawan. Komposisi ini menuntut pemain untuk lebih berani mengambil inisiatif, memaksimalkan pertarungan jarak dekat, dan menciptakan tekanan sejak early game.

Di tengah perubahan tersebut, dominasi tim-tim Filipina perlahan mulai mendapat tantangan. Setelah gagal menembus grand final Esports World Cup (EWC) 2026, wakil Filipina juga tidak berhasil mencapai final MLBB di Asian Games 2026. Hasil ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan tim-tim PH dalam menghadapi META yang terus berkembang.

Sebaliknya, tim Indonesia dinilai semakin nyaman dengan gaya permainan agresif yang menjadi ciri khas META dua fighter. Pendekatan ini memungkinkan pemain Indonesia memaksimalkan kemampuan mekanik, melakukan inisiasi cepat, dan memaksa lawan menghadapi teamfight yang intens.

Situasi tersebut kemudian memunculkan anggapan bahwa META MLBB saat ini kurang cocok bagi tim Filipina. Namun, apakah benar penurunan performa mereka disebabkan ketidaknyamanan terhadap META yang berkembang? Dunia Games menanyakan pandangan tersebut kepada Kairi, pemain asal Filipina yang kini memperkuat ONIC di MPL Indonesia. Menariknya, Kairi memiliki pandangan yang berbeda.

Kairi Yakin Tim Filipina Masih Bisa Beradaptasi

ONIC Kairi soal PH

Menurut Kairi, penurunan performa tim-tim Filipina tidak serta-merta berarti mereka tidak cocok dengan META MLBB saat ini. Ia menilai kemampuan adaptasi tetap menjadi faktor penting, terutama apabila perubahan patch menjelang M8 tidak terlalu signifikan.

"Menurut saya kalau patchnya tidak berubah sampai M8 dan berubah cuma sedikit saja, tim-tim Filipina masih bisa adaptasi. Tapi kita tak bisa meremehkan tim Indonesia yang mana banyak orang bilang MPL paling berat,"

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Kairi tidak melihat META sekarang sebagai penghalang mutlak bagi tim Filipina. Selama perubahan patch tidak terlalu drastis, tim-tim PH dinilai masih memiliki kesempatan untuk mempelajari perkembangan strategi dan menyesuaikan pendekatan permainan mereka.

Pengalaman panjang Filipina di kompetisi internasional juga menjadi modal yang tidak bisa diabaikan. Tim-tim dari kawasan tersebut telah berulang kali membuktikan kemampuan mereka dalam mengembangkan strategi, memaksimalkan mekanik individu, dan beradaptasi dengan tuntutan kompetisi tingkat tinggi.

Meski demikian, Kairi menekankan bahwa perkembangan tim Indonesia juga harus diperhitungkan. Menurutnya, persaingan di MPL ID saat ini semakin sulit diprediksi, sehingga tidak ada tim yang bisa merasa aman hanya karena memiliki reputasi besar.

MPL ID Semakin Kompetitif, Dominasi Filipina Tak Lagi Mutlak

Kairi juga menyoroti ketatnya persaingan di MPL Indonesia. Ia menilai kekuatan tim-tim peserta semakin merata, membuat hasil pertandingan sulit diprediksi bahkan ketika membandingkan tim di posisi teratas dengan mereka yang berada di papan bawah.

"Dan memang MPL ID yang paling berat sekarang karena semua tim, dari nomor 1 sampai 9 tak ada yang bisa tebak. Kita tak bisa remehkan tim luar lain seperti Yangon Galacticos yang juara Asian Games dan Team Spirit di EWC kemarin. Semua jago sih, tapi tak bisa selalu Filipina yang nomor 1,"

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa Kairi melihat perubahan peta kekuatan MLBB secara lebih luas. Persaingan tidak lagi hanya berkutat pada Indonesia dan Filipina, tetapi juga melibatkan tim-tim dari kawasan lain yang mulai menunjukkan kemampuan untuk bersaing di level internasional.

Yangon Galacticos menjadi salah satu contoh melalui keberhasilan mereka menjuarai MLBB di Asian Games 2026. Sementara itu, Team Spirit juga memperlihatkan bahwa tim dari luar dua kekuatan tradisional tersebut patut diperhitungkan setelah tampil di EWC 2026.

Dengan semakin banyaknya tim kuat, keberhasilan dalam kompetisi internasional tidak bisa lagi ditentukan hanya berdasarkan reputasi regional. Adaptasi terhadap patch, ketepatan draft, eksekusi strategi, dan konsistensi permainan akan menjadi faktor yang semakin menentukan.

Pada akhirnya, Kairi tidak menganggap tim Filipina sudah kehilangan kemampuan untuk bersaing akibat perubahan META. Ia justru mengingatkan bahwa semua tim memiliki peluang untuk berkembang, termasuk Indonesia dan negara-negara lain.

META dua fighter memang membuka kesempatan bagi tim dengan gaya bermain agresif untuk tampil lebih dominan. Namun, menjelang M8, kemampuan beradaptasi akan menjadi ujian bagi semua peserta. Dominasi Filipina mungkin sedang mendapat tantangan, tetapi persaingan MLBB internasional masih terlalu terbuka untuk menentukan satu negara sebagai penguasa mutlak.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook dan Instagram Dunia Games ya. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.