FFWS SEA 2026 Fall: Kenapa It's "Not" ONIC Time di Grand Final?

FFWS SEA 2026 Fall: Kenapa It's "Not" ONIC Time di Grand Final?

Free Fire
30 September 2026
4 views
  • ONIC gagal menjadi juara FFWS SEA 2026 Fall.
  • Meski demikian, Bigan tetap mengapresiasi usaha dan kerja keras ONIC di Grand Final.
  • Bigan menilai ONIC menjadi tim yang kurang beruntung di Grand Final.
  • Bigan pun menyebutkan beberapa faktor yang membuat ONIC gagal di Grand Final baik secara internal atau pun eksternal.
  • Ayo top up diamond FF kalian di Dunia Games sekarang.

Penulis: Cristian Wiranata Surbakti | Editor: Yosia Karisma Putra

Kompetisi FFWS SEA 2026 Fall telah berakhir dengan Bigetron by Vitality sebagai tim perwakilan Indonesia berhasil menjadi juara. Kemenangan Bigetron by Vitality di Grand Final FFWS SEA 2026 Fall menjadi kabar bahagia bagi para penggemar Free Fire Esports di Indonesia. Namun, hal tersebut juga meninggalkan cerita yang memilukan bagi ONIC sebagai tim perwakilan Indonesia lainnya. Mengapa demikian? Simak interview eksklusif Dunia Games (DG) bersama caster Bigan Dirgantara di sini.

It’s “NOT” ONIC Time di Grand Final FFWS SEA 2026 Fall, Super Bigan Sebut Kurang Faktor Keberuntungan

Dalam interview eksklusif bersama Dunia Games (DG), Bigan mengatakan bahwa performa ONIC di Grand Final sudah sesuai dengan ekspektasinya di mana ia pun memperkirakan bahwa ONIC adalah kandidat juara. “Sesuai dengan apa yang saya prediksi dari awal, kalau ONIC bisa saja jadi juara karena mereka punya kapasitas buat itu. Makanya kenapa saya prediksi ONIC juara kelihatan mainnya (bagus) daripada BTR, RRQ, (atau) MBR. Beda dari yang lain ONIC ini,” ucap Bigan kepada Dunia Games (DG) eksklusif.

ONIC - FFWS SEA 2026 Fall

“Sudah bisa meledak poinnya bahkan sedari awal-awal. Jadi kalau saya melihat ONIC memang bukan selayaknya, memang seharusnya mereka ada di atas kalau secara permainan,” tuturnya. Ketika ONIC sudah mendapatkan Champions Rush point di game 8, permainan Adam dan kawan-kawan tampak berubah. ONIC mulai kesulitan dan cenderung gugur di awal hingga mid game. Menurut Bigan, ONIC sudah mengeluarkan semua strateginya dan untuk menutup kemenangan mereka maka harus melakukan sesuatu di luar dari rencana mereka.

“Jelas secara permainan berbeda. Semua yang ada di kepala saya sudah dilakukan sama mereka (ONIC), setelah Champions Rush mereka bermain aman, main lebih ‘ngendok’ tapi mereka perhitungin resource yang mereka miliki (dan) mereka tidak melakukan perang. Buat dapetin BOOYAH tapi secara objektif (dari) poin eliminasi dan mereka masuk ke compound sudah sesuai. Berarti masalahnya ini adalah buat dapetin BOOYAH-nya itu, mereka harus menangani hal-hal yang mungkin bahkan di kepala mereka tidak bisa mereka pikirkan begitu seperti faktor-faktor X yang tidak ada di dalam plan,” ujar Bigan menambahkan.

“Seperti RRQ, buat dapetin BOOYAH itu ga bisa 100 persen semuanya dari plan. Ada hal-hal yang mungkin tidak pernah kita pikirkan dan itu terjadi. Kalau (di) Champions Rush, saya percaya (faktor) 50 persen usaha, 50 persen itu keberuntungan. Nah keberuntungannya tidak berpihak di mereka, tidak ada di mereka,” tandasnya.

Super Bigan: Geday Bisa Jadi “Penyelamat” ONIC

Selain faktor keberuntungan kurang berpihak di ONIC, Bigan pun mengungkapkan adanya stagnasi kekuatan ketika tim sudah memasuki Champions Rush mode. Menurut Bigan, Geday sebagai pemain pengganti punya peran penting. Sebagai pemain tipikal IGL atau kapten tim, Geday dinilai bisa menjadi solusi bagi kebuntuan ONIC. “Yang masih jadi tanda tanya di kepala saya, kenapa (ONIC) masih tetap mainkan Poom? Masih tetap mainin Putra kalau di beberapa match setelah Champions Rush mereka masih gagal, padahal mereka masih punya pemain cadangan yaitu Geday,” ungkap Bigan.

“Secara mekanik memang di bawah 4 pemain inti tapi otaknya tidak bisa dipungkiri. Pintarnya Geday, pemikiran Geday itu setara Kojaa mungkin secara taraf berpikirnya. Sayangnya saja, si Geday tidak dimainkan entah itu (buat) gantikan Crime, Poom kah atau gantikan si Putra. Sayangnya di situ saja. Potensinya Geday mungkin tidak hanya dimainkan di satu match, tapi sampai mereka mendapatkan BOOYAH,”. 

ONIC - FFWS SEA 2026 Fall

“Karena setelah mereka (ONIC) Champions Rush, dengan lineup yang sama mereka sudah melakukan semua yang seharusnya mereka lakukan. Mereka sudah ganti strategi, mereka ganti planning. Drop zone tetap sama tapi kan planning mereka berubah segala macam, dan masih belum gol pada akhirnya. Menurut saya (pada) momen itu (ONIC) sudah mentok berarti, penyegarannya mungkin dengan Geday diturunkan dan itu yang tidak (ONIC) lakukan,” jelasnya.

Dari Faktor Luck Hingga Kendala Bahasa dan Mitos, Bigan Bongkar Semua Masalah ONIC di Grand Final FFWS SEA 2026 Fall 

Pada akhirnya, Bigan menyimpulkan ada 3 faktor utama yang menyebabkan ONIC gagal di Grand Final FFWS SEA 2026 Fall. Pertama, menurut Bigan para pemain ONIC belum terbiasa menghadapi situasi sulit seperti bermain di Champions Rush kemarin. “Ada tiga kemungkinan kalau di kepala saya, pertama adalah mereka tidak bisa menghandle situasi-situasi yang tidak pernah ada di dalam ‘buku’ mereka istilahnya. Karena situasi di Champions Rush itu tidak bisa ditebak, dan dewi fortuna itu tidak bisa ditarik ke mereka (ONIC),” kata Bigan.

ONIC - FFWS SEA 2026 Fall

“Jadi yang pertama adalah (mereka) tidak terbiasa dengan kondisi se-chaos itu. Karena banyak hal yang tidak dipikirkan atau yang mungkin jarang terjadi, tapi kejadian. Dan tidak banyak (pemain) memikirkan buat jalan keluarnya.” Kemudian, yang kedua Bigan mengatakan kendala bahasa pun menjadi batu sandungan bagi ONIC di Grand Final FFWS SEA 2026 Fall. “Terus yang kedua, saya merasa mungkin ya yang kedua bisa jadi kalah faktor internal. Mereka cukup terbatas dengan bahasa, untuk mengerti call-nya Poom terus (agar) bisa memberi tahu teman-temannya biar mengerti apa yang dia maksud itu perlu waktu untuk mencerna dan di situasi yang genting seperti itu (mereka) tidak punya banyak waktu untuk mengerti kaptennya. Kaptennya juga tidak punya banyak waktu untuk mengolah bahasa bagaimana caranya supaya bisa dipahami sama teman-temannya, mungkin saya rasa faktor keduanya begitu.”

ONIC - FFWS SEA 2026 Fall

Ketiga, Bigan menyebut kegagalan ONIC di Final FFWS SEA 2026 Fall ada kaitannya dengan hal mistis atau takhayul di mana tim-tim yang berhasil mendapatkan Champions Rush lebih dulu tidak bisa menjadi juara. “Mungkin kalau faktor yang ketiga lebih ke horor saja. Mungkin menurut saya mitos tim dengan poin tertinggi atau tim yang pertama Champions Rush itu selalu gagal buat jadi juara. Tim yang menonjol itu selalu tidak bisa jadi juara. Tim yang menonjol itu selalu tidak bisa jadi juara, seperti FLUXO di Global Finals.”

Pada akhirnya, meskipun ONIC gagal menjadi juara FFWS SEA 2026 Fall Bigan sebagai caster tetap angkat topi atas perjuangan Adam dan kawan-kawan. Menurut Bigan, kegagalan ONIC lebih dipengaruhi faktor ketidakberuntungan mereka di momen Champions Rush. Semua pemain serta staf pelatih, Coach AFM sudah memberikan usaha terbaik mereka. Dan dibanding tim-tim Indonesia lainnya, ONIC punya lebih banyak kesempatan untuk menjadi juara. Mereka hanya tidak beruntung saja.

“Di setiap match-nya perubahan mereka (ONIC) banyak banget. Cuma ya itu, keberuntungannya, dewi fortunanya ga jatuh di mereka saja. Mereka (bermain) bagus dari semua tim Indonesia mereka permainannya paling bagus menurut saya. Saya setuju, definisi tim yang tidak hoki untuk menjadi juara itu adalah ONIC. Mereka bermain bagus, tapi mereka tidak bisa closing game-nya. Kalau dibilang (tim) yang tidak hoki buat jadi juara saya lebih setuju ditaruh di ONIC daripada ditaruh di MBR (atau) RRQ. Karena kesempatan ONIC (menang) itu banyak banget,” pungkasnya.

FAQ

1. Ada Apa Dengan ONIC di Grand Final FFWS SEA 2026 Fall?

ONIC gagal menjadi juara FFWS SEA 2026 Fall meskipun menjadi tim Indonesia yang sudah unggul di awal permainan.

2. Bagaimana Penilaian Bigan Terhadap Performa ONIC di Grand Final?

Menurut Bigan, performa ONIC di Grand Final sudah sangat bagus dan sesuai ekspektasinya. Hanya saja, ONIC dinilai kurang beruntung atau kurang hoki karena mereka selalu gagal untuk mendapatkan BOOYAH dan melakukan closing game sehingga gugur di awal dan pertengahan pertandingan (mid-game).

3. Seperti Apa Bigan Menyimpulkan Faktor Penyebab Kegagalan ONIC di Grand Final?

Menurut Bigan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan ONIC di Grand Final FFWS SEA 2026 Fall. Pertama, Bigan melihat para pemain ONIC yang belum terbiasa untuk menghadapi situasi-situasi krisis dan chaos seperti Champions Rush. Kedua, Bigan menyoroti faktor kendala bahasa atau komunikasi yang kemungkinan terjadi selama ONIC bertarung di fase Champions Rush. Ketiga, sudah menjadi mitos jika tim yang sempat unggul akan sulit untuk mendapatkan kemenangan.  

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.