Ubisoft Batalkan Prince of Persia Remake dan 5 Game Lain
Ubisoft Batalkan Prince of Persia Remake di Tengah Restrukturisasi Besar
Ubisoft kembali menjadi bahan pembicaraan di industri game setelah muncul laporan bahwa perusahaan asal Prancis ini membatalkan pengembangan enam game sekaligus. Salah satu judul paling mengejutkan yang disebut ikut dihentikan adalah Prince of Persia: The Sands of Time Remake, proyek yang sudah lama dinantikan oleh penggemar. Informasi ini pertama kali diungkap oleh jurnalis industri game ternama, Jason Schreier, yang menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran di tubuh Ubisoft.
Selain pembatalan proyek, Ubisoft juga dikabarkan menunda sejumlah game lain yang masih dalam tahap pengembangan. Salah satu judul yang paling ramai diperbincangkan adalah remake Assassin’s Creed IV: Black Flag, yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu proyek remake paling ambisius dalam sejarah seri Assassin’s Creed. Situasi ini memperlihatkan bahwa Ubisoft tengah melakukan evaluasi besar terhadap arah bisnis dan portofolio game mereka.
Perjalanan Panjang Prince of Persia: The Sands of Time Remake
Prince of Persia: The Sands of Time Remake pertama kali diumumkan pada tahun 2020 dan langsung menarik perhatian besar. Seri orisinalnya sendiri merupakan salah satu game aksi-petualangan paling ikonik di era PlayStation 2, dengan mekanik time manipulation yang inovatif pada masanya. Sayangnya, antusiasme awal tersebut tidak bertahan lama.
Cuplikan gameplay perdana yang ditampilkan Ubisoft justru menuai kritik tajam dari komunitas. Banyak pemain menilai kualitas visual, animasi karakter, hingga presentasi keseluruhan terlihat ketinggalan zaman dan tidak mencerminkan standar game modern. Bahkan, tidak sedikit yang membandingkannya dengan versi orisinal dan merasa remake tersebut tampak kurang meyakinkan.
Merespons kritik tersebut, Ubisoft memutuskan untuk menunda perilisan game ini. Pihak pengembang saat itu menyatakan bahwa penundaan dilakukan agar mereka memiliki waktu lebih untuk menyempurnakan kualitas dan menyesuaikan ekspektasi penggemar. Namun, setelah bertahun-tahun tanpa perkembangan berarti, proyek ini justru berakhir dengan pembatalan total.
Enam Game Dibatalkan, Banyak Proyek Masih Misterius
Berdasarkan laporan yang beredar, Prince of Persia: The Sands of Time Remake bukan satu-satunya korban. Total ada enam game yang dibatalkan oleh Ubisoft, terdiri dari empat proyek konsol dan PC yang belum pernah diumumkan ke publik, serta satu game mobile. Hingga kini, Ubisoft belum memberikan detail resmi mengenai identitas maupun konsep dari proyek-proyek tersebut.
Langkah ini menegaskan bahwa Ubisoft sedang melakukan pemangkasan besar untuk menekan biaya produksi dan mengatur ulang prioritas pengembangan. Dalam beberapa tahun terakhir, biaya pembuatan game AAA memang terus meningkat, sementara tekanan pasar dan ekspektasi pemain juga semakin tinggi.
Assassin’s Creed IV: Black Flag Remake Ikut Ditunda
Selain pembatalan, Ubisoft juga dilaporkan menunda tujuh game lainnya. Salah satu yang paling disorot adalah remake Assassin’s Creed IV: Black Flag. Proyek ini sebelumnya ramai dibicarakan oleh komunitas karena Black Flag dianggap sebagai salah satu seri Assassin’s Creed terbaik, berkat eksplorasi laut dan tema bajak laut yang kuat.
Penundaan remake Black Flag menambah daftar panjang proyek Ubisoft yang mengalami perubahan jadwal. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini memang kerap menunda perilisan game demi memastikan kualitas, meski hal tersebut sering berujung pada ketidakpastian di mata penggemar.
Kekhawatiran terhadap Nasib Beyond Good & Evil 2
Gelombang pembatalan dan penundaan ini juga memicu kekhawatiran terkait nasib Beyond Good & Evil 2. Game ini sudah lama dikenal sebagai proyek dengan pengembangan paling berlarut-larut di Ubisoft, bahkan sering dijadikan contoh kasus development hell di industri game.
Meski banyak spekulasi menyebut Beyond Good & Evil 2 termasuk dalam proyek yang dibatalkan, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi. Ubisoft masih bungkam soal status game tersebut, membuat penggemar hanya bisa menunggu kejelasan lebih lanjut.
Fokus Baru Ubisoft di Tengah Tekanan Industri
Di tengah meningkatnya biaya produksi dan persaingan ketat industri game global, Ubisoft tampaknya memilih untuk memfokuskan sumber daya mereka pada proyek-proyek yang dianggap lebih menjanjikan secara komersial. Keputusan ini memang masuk akal dari sisi bisnis, tetapi di sisi lain harus mengorbankan sejumlah judul yang telah lama dinantikan oleh penggemar.
Bagi komunitas gamer, kabar ini tentu menjadi pukulan tersendiri, terutama bagi mereka yang menantikan kebangkitan Prince of Persia dalam format modern. Ke depan, arah strategi Ubisoft akan menjadi sorotan, apakah restrukturisasi ini mampu membawa perusahaan kembali ke jalur yang lebih stabil dan konsisten.