Bigetron Juara FFWS SEA 2026 Fall, Bigan Sebut Jangan Cepat Puas!

Bigetron Juara FFWS SEA 2026 Fall, Bigan Sebut Jangan Cepat Puas!

Free Fire
02 October 2026
5 views
  • Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall sukses bawa Indonesia kembali dipandang di scene kompetitif Free Fire Asia Tenggara.
  • Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall didorong oleh keberhasilan penggunaan META Double Thiva oleh Chrisjo dan anak asuhnya.
  • Selain itu, Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall juga didorong oleh kejeniusan Chrisjo dalam menentukan draft karakter yang mereka mainkan.
  • Tidak hanya itu, Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall pun termasuk dalam perhitungan “kalkulator Champions Rush” versi Bigan.
  • Ayo top up diamond FF kalian di Dunia Games sekarang. 

Penulis: Cristian Wiranata Surbakti | Editor: Yosia Karisma Putra

Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall menandakan kebangkitan bagi tim-tim Indonesia di scene kompetitif Free Fire Asia Tenggara. Kembalinya gelar juara ke tim Indonesia memang menjadi harapan besar bagi para penggemar scene kompetitif Free Fire Esports di Indonesia. Namun, Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall bukanlah akhir bagi Koja dan kawan-kawan. Perjalanan mereka masih panjang, dan caster Bigan Dirgantara pun menyatakan hal itu. Simak interview eksklusif Dunia Games (DG) bersama Bigan di sini.

Bigan Apresiasi Bigetron Juara FFWS SEA 2026 Fall, Kejeniusan Chrisjo Jadi Kunci!

Bigetron by Vitality - FFWS SEA 2026 Fall

Eksklusif kepada Dunia Games (DG), Bigan mengatakan jika performa tim Bigetron by Vitality di Grand Final sama kuat seperti dengan apa yang mereka tunjukkan di babak Knockout Stage FFWS SEA 2026 Fall. “Kalau saya melihat Bigetron di 3 match pertama, sama saja memang standarnya Bigetron saja begitu. Dan (ketika) mereka dapetin BOOYAH di game ketiga di Bermuda, mereka tahu mereka paham untuk menangani situasi seperti itu, tapi masih di game ketiga. Kejadian lagi di game ke-12 mereka menangani situasi seperti itu mereka juga paham, mereka juga bisa. Jadi saya rasa Bigetron (di Grand Final) sama saja (seperti) mereka kuatnya di Knockout Stage,” ucap Bigan kepada Dunia Games.

Berbicara tentang bagaimana Bigetron bermain di game 12, ada satu strategi yang dipakai oleh Chrisjo sebagai pelatih tim di mana mereka menerapkan penggunaan skillset karakter Thiva pada dua pemain. Menurut Bigan, hal ini juga sama diterapkan oleh ONIC pada momen Champions Rush. Namun, komposisi role pada Bigetron membuat META Double Thiva berguna dengan lebih efektif. “Itu (Double Thiva) sudah diterapkan sama ONIC. Adam sudah pakai Thiva dari game 1 atau pas mereka dapetin Champions Rush saya lupa,” tuturnya.

“Mungkin bedanya sama ONIC adalah, ONIC tim yang bermain Double Sniper. Sementara Bigetron sudah mulai kembali lagi dengan Single Sniper dan mereka bermain lebih rapat. ONIC main lebih rapat sekalipun dengan Double Thiva yang diandalkan pemain depannya cuma berdua istilahnya. Sementara mainnya harus rapat, orang Sniper jadinya harus main jarak dekat sekalipun Crime dikasih main Alvaro.”

Bigan menambahkan, keberhasilan Bigetron menerapkan META Double Thiva adalah bentuk dari kejeniusan Chrisjo sebagai pelatih tim. Namun, meski demikian Bigan mewanti agar Chrisjo tidak kaget jika sewaktu-waktu strategi ini tidak berhasil dijalankan. Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi apa yang dikerjakan oleh Chrisjo dan anak asuhnya. “Bigetron sekarang main Double Thiva begitu terus (ditambah) adanya Olivia juga itu bentuk kejeniusan seorang pelatih. Bentuk di mana seorang pelatih tidak kepentok dengan strategi, bedanya ketika mereka mau melakukan hal tersebut mereka (Bigetron) berhasil,” ujar Bigan menambahkan. 

Bigetron by Vitality - FFWS SEA 2026 Fall

“Kalau ONIC mereka sudah melakuin Double Thiva ini mereka masih gagal. Hal ini juga jangan bikin Chrisjo kaget kalau misalkan mereka sudah ganti Double Thiva tapi tetap gagal, berkali-kali gagal (lalu) apa lagi yang harus diubah? Hal seperti itu tetap harus dipikirkan, jadi (mereka) jangan cepat puas dengan apa yang sudah diraih begitu. Itu bentuk kejeniusan pelatih menurut saya,” kata dia.

Cheese Pick Karakter dan Skill Sangat Penting, Tim-Tim Jangan Anggap Sepele!

Bigan mengungkapkan, tim-tim yang sadar akan kelebihan pemanfaatan karakter Thiva hanya ONIC dan Bigetron by Vitality. Bigan pun menyarankan para pelatih tim untuk lebih cermat dan lebih memahami komposisi karakter dan skill yang perlu para pemain gunakan. “Yang saya perhatikan cuma ONIC (dan Bigetron) yang saya lihat dan itu memang sesuai dengan kebutuhan timnya. Misalkan harus lepas Joseph, ya sudah lepas saja. Ketika harus lepas Nikita, ya sudah lepas saja demi kepentingan objektif kenapa tidak? Begitu,” ungkap Bigan.

“Kalau memang pada akhirnya harus ngelepas Oscar sekalipun kenapa tidak? Jadi banyak cara buat jadi juara, buat dapetin BOOYAH itu bukan hanya dari rotasi tapi skill (karakter) juga. Kalau memang seharusnya ngelepas Oscar, kenapa tidak lepas Oscar ganti “Captain K” supaya heal-nya lebih terus kencang begitu? (Pakai) Kassie, Chrono kenapa engga begitu? Tidak pakai Oscar juga tidak masalah. Sesuai dengan apa yang kita butuhkan saja. Memang jadi coach harus jenius begitu, melihat apa yang dibutuhkan dari tim,” jelasnya.

Bigetron Juara FFWS SEA 2026 Fall Bukan Keberuntungan, Ini “Kalkulator Champions Rush” ala Bigan!

Pada akhirnya, Bigetron juara FFWS SEA 2026 Fall setelah melalui berbagai tantangan dan masa-masa yang tidak mudah. Menurut Bigan, kendala yang dihadapi oleh Bigetron by Vitality adalah murni faktor buruknya performa mereka di beberapa game. Menurut Bigan, ramainya tim-tim di late game menjadi satu tantangan besar yang harus dihadapi tidak hanya tim-tim dari Indonesia namun juga SEA. Hal ini pun mengubah lanskap permainan di META yang berjalan saat ini. 

“(Mereka) jelek aja, kalau menurut saya juga ini alasannya sama seperti tim-tim lain yang akhirnya tidak terbiasa dengan banyaknya tim di late game. Jangankan tim Indonesia, menurut saya tim SEA, semua tim SEA juga tidak terlalu terbiasa dengan ramainya. Crowded-nya tim di late game, karena di knockout stage satu tahun belakangan dari Champions Rush ada format liganya jadi lebih pendek, saya merasa semakin ramai tim di late game semakin turun awareness soal late game,” ujar Bigan.

Bigetron by Vitality - FFWS SEA 2026 Fall

“Jadi siapa pun (tim) yang mendapatkan BOOYAH cuma sekadar siapa yang menang perang, bukan lagi tentang siapa yang bisa bertahan. Tapi siapa yang menyerang lebih kuat, dia yang bisa menang. Saya rasa pengaruhnya kerasa itu bukan cuma ke RRQ, bukan cuma ke ONIC saja tapi semua tim SEA. Saya rasa begitu, membangun soal late game itu bukan hanya tentang kita menyerang (dan) bertahan.”

Terakhir, Bigan pun menjelaskan tentang “kalkulator Champions Rush” versinya. Menurut Bigan, untuk menaklukkan Champions Rush ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan mulai dari Menyerang, Bertahan hingga faktor Keberuntungan. Menurut Bigan, semua perhitungan harus sempurna dan harus seimbang. Ia pun mengambil contoh terhadap apa yang terjadi dengan Team Falcons yang berhasil menjegal GOW di game ke-11, Kalahari. 

“Menyerang ada porsinya berapa persen, bertahan ada porsinya berapa persen. Terus keberuntungan juga ada porsinya berapa persen. Yang menang di late game itu, berhasil menguasai 100 persen. Kalau Misalkan faktor keberuntungannya kita taruh 50 persen, 20 persen bertahan, 30 persen menyerang. Tapi kalau misalkan kita tidak bisa bertahan 10 persen jadinya kan (cuma) 90 persen? Berkurang ya tetap akhirnya kalah (dan) keberuntungan 50 persen itu buat apa? Jadi harus sempurna semuanya, harus seimbang semuanya gitu dalam keadaan apa pun,” paparnya.

Team Falcons - FFWS SEA 2026 Fall

“Di Kalahari Team Falcons lawan GOW kurang sulit apa mereka? GOW kurang enak apa mereka? Tapi, GOW tidak bisa maksimalin mereka menyerang 20 persen porsi menyerang mereka cuma sanggup 10 persen jadinya mereka beruntung 50 persen dan bertahan 30 persen akhirnya mereka tidak mendapatkan BOOYAH kan di Kalahari? Tapi Team Falcons, yang punya keberuntungan 30 persen, mereka porsi menyerangnya 50 persen dan bertahannya 20 persen akhirnya mereka yang dapat BOOYAH di Kalahari dan membuat GOW tidak juara,”

“Ada masanya (Bigetron) jelek. Dan keberuntungan yang dihadirkan Falcons dan Buriram dimanfaatkan dengan baik sama mereka,” pungkasnya.

FAQ 

1. Siapa Juara FFWS SEA 2026 Fall?

Bigetron by Vitality adalah juara FFWS SEA 2026 Fall.

2. Bagaimana Cara Chrisjo Untuk Membawa Bigetron Juara FFWS SEA 2026 Fall di Game ke-12?

Penggunaan META “Double Thiva” sukses dimanfaatkan Bigetron by Vitality dan pada akhirnya membawa anak asuh Chrisjo menjadi juara FFWS SEA 2026 Fall.

3. Seperti Apa “Kalkulator Champions Rush” Versi Bigan?

Menurut Bigan “Kalkulator Champions Rush” versinya adalah setiap tim harus membagi porsi keberuntungan 50 persen, 30 persen menyerang dan 20 persen bertahan.

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.