Aurora Turki Buat META Lagi, Estes Midlane Dipakai Rosa!
- Aurora Turki kembali menciptakan META unik dengan memainkan Estes sebagai midlaner melalui Rosa, lalu memadukannya dengan komposisi tabrak Belerick, Atlas, Aulus, dan Harith yang berhasil membuat PCIFIC Esports tidak berkutik.
- Estes Midlane kembali menunjukkan potensi sebagai META healer setelah sebelumnya Aurora Turki juga menjadi pelopor penggunaan Rafaela Mid yang kemudian populer di scene kompetitif.
- Kombinasi Belerick dan Atlas sebagai dua tank utama membuat Aurora memiliki inisiasi dan daya tahan tinggi, sementara Estes memberikan sustain agar Aulus Gold Lane dan Harith Jungler bisa terus melakukan tabrak.
- Keberhasilan strategi tersebut menunjukkan keberanian Aurora Turki dalam menciptakan META baru. Bukan tidak mungkin Estes Midlane kembali populer di scene kompetitif jika tim lain mulai menemukan potensi komposisi serupa.
- Jangan lewatkan berbagai informasi terbaru seputar Mobile Legends, META terbaru, strategi pro player, hingga perkembangan scene kompetitif internasional hanya di Dunia Games. Top up hanya di Dunia Games.
Penulis: Redzi Arya Pratama
Aurora Turki kembali menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar salah satu tim terkuat di negaranya. Tim yang saat ini sedang berada dalam performa luar biasa tersebut kembali memperlihatkan kemampuan menciptakan META unik yang mampu membuat lawan kesulitan membaca permainan mereka.
Sedang menjalani MTC Season 8 dengan catatan sempurna, Aurora Turki sudah mengamankan sembilan kemenangan. Performa tersebut menjadi bukti bahwa roster ini sedang berada dalam kondisi yang sangat kuat, termasuk ketika menghadapi tim-tim yang mencoba mencari cara untuk menghentikan mereka.
Salah satu gebrakan terbaru Aurora Turki muncul ketika mereka berhadapan dengan PCIFIC Esports. Pada game kedua, Aurora kembali memperlihatkan keberanian dalam melakukan eksperimen draft dengan menghadirkan hero yang tidak biasa digunakan di posisi tersebut.
Adalah Rosa yang membuat kejutan dengan menggunakan Estes sebagai midlaner. Pemain bintang Aurora Turki tersebut membawa kembali META healer mid yang sebelumnya pernah mereka populerkan melalui Rafaela.
Menariknya, eksperimen tersebut bukan sekadar gimmick. Estes justru menjadi bagian penting dari komposisi Aurora Turki yang sangat agresif. Dengan kombinasi hero tabrak yang tepat, PCIFIC Esports benar-benar tidak diberikan kesempatan untuk mengembangkan permainan.
Estes Mid Jadi Bagian META Tabrak Aurora Turki

Estes Midlane sebenarnya bukan konsep yang benar-benar baru. Aurora Turki sebelumnya menjadi salah satu tim yang mempopulerkan penggunaan Rafaela di posisi mid, hingga strategi tersebut berkembang menjadi salah satu META yang diperhitungkan di kompetisi.
Kini, Rosa kembali menghadirkan konsep serupa dengan Estes. Perbedaannya, kali ini Aurora membangun komposisi yang benar-benar mengandalkan kemampuan untuk terus maju dan memaksa team fight.
Dua tank META, Belerick dan Atlas, menjadi ujung tombak dari komposisi tersebut. Keduanya memberikan kemampuan inisiasi sekaligus durability yang sangat besar ketika memasuki pertarungan.
Estes kemudian menjadi penopang utama di belakang kedua tank tersebut. Kemampuan healing miliknya membuat Belerick dan Atlas semakin sulit ditumbangkan ketika sudah masuk ke tengah-tengah formasi lawan.
Namun, Aurora tidak berhenti sampai di sana. Mereka juga menyiapkan dua hero yang memiliki kemampuan tabrak sekaligus damage besar untuk menjadi sumber tekanan tambahan.
Yang menarik adalah keputusan menempatkan Aulus di gold lane. Fighter tersebut memang memiliki kemampuan untuk memberikan damage besar ketika sudah mendapatkan item yang dibutuhkan. Dengan Estes di belakangnya, Aulus bisa bermain lebih agresif tanpa terlalu khawatir kehilangan HP dengan cepat.
Kejutan berikutnya datang dari posisi jungle. Aurora secara tidak terduga memilih Harith sebagai jungler. Pilihan tersebut membuat komposisi mereka semakin memiliki kemampuan untuk mengejar, menabrak, dan terus memberikan tekanan kepada lawan.
Kombinasi ini menciptakan siklus team fight yang sangat sulit dihentikan. Atlas dan Belerick membuka pertarungan, Estes memberikan sustain, sementara Aulus dan Harith masuk untuk menghasilkan damage.
PCIFIC Esports akhirnya benar-benar kesulitan bergerak menghadapi komposisi tersebut. Setiap kali mencoba melakukan perlawanan, Aurora memiliki cukup sustain untuk bertahan sekaligus cukup damage untuk melakukan serangan balik.
Estes juga membuat PCIFIC kesulitan mendapatkan eliminasi cepat. Ketika hero-hero Aurora sudah masuk ke area pertarungan, healing Estes membuat mereka bisa bertahan lebih lama dari perkiraan.
Hasilnya, Aurora Turki berhasil mengamankan game kedua dengan dominan. Draft yang awalnya terlihat unik justru berubah menjadi senjata yang sangat efektif.
Keberhasilan ini kembali menunjukkan salah satu kekuatan utama Aurora Turki: keberanian membaca META dan menciptakan pendekatan baru. Mereka tidak sekadar mengikuti hero yang sedang populer, tetapi mencoba mencari kombinasi yang bisa menghasilkan gaya permainan berbeda.
Jika ada tim lain yang melihat potensi dari strategi ini, bukan tidak mungkin Estes Midlane kembali menjadi bagian dari META kompetitif dalam waktu dekat. Apalagi jika dipadukan dengan komposisi tabrak seperti Belerick, Atlas, Aulus, dan Harith.
Aurora Turki sekali lagi membuktikan bahwa META bisa muncul dari keberanian mencoba sesuatu yang tidak biasa. Dan kali ini, Rosa bersama Estes Midlane menjadi salah satu kejutan terbesar mereka.
Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.
