3 Alasan Fighter Jungler Bisa Populer Kembali

3 Alasan Fighter Jungler Bisa Populer Kembali

Mobile Legends
25 September 2026
6 views
  • Fighter Jungler kembali mendapatkan ruang di META setelah patch September, dengan Hirara dan Paquito tetap menjadi prioritas serta munculnya opsi seperti Aulus, Lukas, Guinevere, dan Alice.
  • Pilihan EXP Lane yang semakin beragam membuat Fighter Jungler memungkinkan, terutama dengan hadirnya hero seperti Aulus, Masha, dan Arlott yang mampu memberikan damage sekaligus berkontribusi dalam team fight.
  • Fighter dan Tank Jungler unggul dalam perebutan objektif, karena durability tinggi memungkinkan mereka menguasai area Turtle maupun Lord dengan lebih aman.
  • Komposisi ini juga bisa menjadi kejutan bagi lawan, terutama setelah META Assassin berjalan cukup lama sehingga tidak semua tim terbiasa menghadapi pola permainan Fighter atau Tank Jungler.
  • Top up diamond Mobile Legends hanya di Dunia Games.

Penulis: Redzi Arya Pratama

Meta Mobile Legends: Bang Bang kembali mengalami perubahan menarik setelah hadirnya patch update September. Jika sebelumnya Assassin Jungler begitu dominan dan menjadi pilihan utama banyak tim, kini pilihan di posisi jungle mulai semakin beragam dengan munculnya kembali Fighter hingga Tank Jungler.

Perubahan ini bahkan sudah mulai terlihat dalam pertandingan kompetitif. Hirara dan Paquito masih menjadi dua nama yang cukup sering diprioritaskan, tetapi sejumlah hero lain seperti Aulus, Lukas, Guinevere, hingga Alice mulai mendapatkan kesempatan untuk dimainkan sebagai jungler.

Fenomena tersebut bukan sekadar muncul karena satu atau dua hero mendapatkan buff. Ada perubahan pada META secara keseluruhan yang membuat Fighter Jungler kembali memiliki ruang untuk berkembang. Kondisi permainan saat ini membuat hero yang memiliki durability tinggi dan kemampuan bertarung dalam perebutan objektif menjadi semakin relevan.

Menariknya, perubahan tersebut juga berjalan beriringan dengan meningkatnya popularitas hero-hero yang membutuhkan waktu untuk mencapai power spike. Cecilion di Mid Lane dan Obsidia di Gold Lane menjadi contoh bagaimana beberapa tim mulai membangun komposisi yang memiliki kekuatan besar ketika memasuki fase mid hingga late game.

Karena itu, penggunaan Fighter maupun Tank sebagai jungler bukan hanya soal mencari alternatif ketika Assassin terkena ban. Ada alasan strategis yang membuat komposisi tersebut kembali menarik. Setidaknya ada tiga faktor utama yang membuat Fighter Jungler berpotensi semakin populer setelah patch September.

1. Pilihan EXP Lane Semakin Sakit

Fighter Jungler

Alasan pertama berkaitan dengan perubahan pada EXP Lane. Memang, belakangan ini semakin banyak EXP Laner yang berfungsi sebagai inisiator dan bahkan menggunakan build yang lebih mengutamakan durability.

Namun, bukan berarti damage dari posisi tersebut hilang. Justru hadirnya beberapa pilihan seperti Aulus yang mendapatkan buff, Masha yang kembali mencuri perhatian, hingga Arlott membuat Fighter di EXP Lane tetap memiliki ancaman damage yang besar.

Kondisi ini memberikan ruang bagi jungler untuk mengambil hero dengan durability lebih tinggi. Ketika EXP Laner sudah mampu memberikan damage sekaligus menjadi ancaman dalam team fight, jungler tidak selalu harus menjadi sumber damage utama.

Aulus menjadi contoh menarik karena memiliki scaling yang kuat dan dapat memberikan tekanan ketika memasuki fase permainan tertentu. Sementara Masha memberikan opsi untuk bermain agresif dan mengganggu backline lawan.

Dengan demikian, pembagian tugas dalam komposisi menjadi lebih fleksibel. EXP Laner dapat memberikan damage sekaligus membuka ruang, sementara Fighter atau Tank Jungler bertugas mengontrol area dan mengamankan objektif.

2. Objektif Lebih Mudah Diperebutkan

Alasan kedua adalah kemampuan Fighter dan Tank Jungler dalam mengontrol objektif. Dibandingkan Assassin yang mengandalkan burst damage dan mobilitas, Fighter memiliki durability yang membuatnya mampu bertahan lebih lama ketika Lord atau Turtle menjadi pusat pertarungan.

Hal ini sangat penting karena perebutan objektif bukan hanya mengenai siapa yang memiliki Retribution terbaik. Tim juga harus mampu menguasai area di sekitar objektif sebelum melakukan eksekusi.

Fighter dan Tank Jungler bisa masuk lebih dahulu, menerima damage, mengganggu formasi lawan, dan memberikan ruang kepada rekan setim. Dalam situasi tertentu, kemampuan tersebut membuat proses mengamankan objektif menjadi lebih terkontrol.

Terlebih ketika komposisi tim memiliki hero late game seperti Cecilion dan Obsidia, mengamankan objektif secara konsisten menjadi semakin penting untuk menjaga tempo permainan.

3. Tidak Semua Tim Terbiasa Menghadapinya

Alasan terakhir mungkin justru yang paling menarik. Meta Assassin sudah berjalan cukup lama sehingga sebagian tim terbiasa mempersiapkan draft untuk menghadapi jungler dengan mobilitas tinggi dan burst damage.

Namun, ketika lawan tiba-tiba menggunakan Fighter atau Tank Jungler, pola permainan yang dihadapi menjadi berbeda.

Cara melakukan invasi, contest Turtle, hingga team fight harus disesuaikan. Jungler yang lebih tebal tidak bisa selalu diselesaikan dengan cara yang sama seperti Assassin.

Inilah yang membuat Fighter Jungler kembali menarik. Bukan hanya karena kekuatannya sendiri, tetapi juga karena komposisi tersebut dapat memaksa lawan keluar dari pola permainan yang sudah mereka pahami.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin META jungle di MPL ID dan kompetisi lainnya akan semakin beragam. Hirara dan Paquito memang masih menjadi pilihan utama, tetapi Aulus, Lukas, Guinevere, Alice, hingga Tank Jungler bisa menjadi senjata alternatif yang semakin sering muncul.

Patch September akhirnya membuka kembali satu pertanyaan penting: apakah era Assassin Jungler akan benar-benar mendapatkan pesaing baru dari para Fighter dan Tank?

Nantikan informasi-informasi menarik lainnya dan jangan lupa untuk ikuti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube Dunia Games. Kamu juga bisa dapatkan voucher game untuk Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty Mobile dan banyak game lainnya dengan harga menarik hanya di Top-up Dunia Games.